tanya hati

Kini biarlah waktu yg jawab semua, …..Tanya hati ku

[Soundtrack : Pasto – Tanya Hati [Official Music Video]]

Gue tutup buku catetan harian, pas jam 23.20 malam. Kalimat terakhir yang gue tulis disitu adalah, ..”Tuhan, Tolonglah ..Hapus dia dari hatiku”

Gue lihat layar monitor, gue biarin beberapa layar pekerjaan gue terbuka, word, excel, ms. project, whatsapps web, dan masih ada beberapa aplikasi lainnya. Gue cuma bisa melihat tanpa berpikir, otak gue kosong, melompong, cuma dia yang gue inget. yang gue kangen. gue sayang…

tapi .. sebaliknya. ibarat peribahasa klasik. cinta bertepuk sebelah tangan.

Gue udah males bolak balik buka aplikasi whatsapp web. karena gue yakin, ga akan ada pesan dari dia. lagi…

mata gue, mirip mata ikan. belo, tapi ga ngeliat. tangan gue ngambil kopi dingin di deket asbak, gue minum, rasanya gak manis lagi. tiba tiba pahit. entahlah, gue seolah mati rasa.

Gue bukan orang yang pandai mengumbar kata cinta. Big No. selalu ada alasan, bagi gue untuk tidak mengucapkan kata cinta. Apalah arti sebuah kata. semua orang bisa mengucapkan kata cinta. tapi sedikit yang bisa mengungkapkannya dalam perbuatan.

Gue rasa, Tuhan menciptakan rasa cinta, supaya kita bisa belajar, apa itu iman. semua orang bisa ngaku beriman. tapi cuma sedikit yang bisa menunjukkan keimanannya dalam sikap dan perbuatan. bukan cuman kata.

..dan gue pikir, indahnya cinta itu ketika kita berjuang untuk menjaga dan membuktikan cinta kesucian cinta kita. dan Tuhan serta semua penghuni langit pun pasti akan tersenyum. apakah endingnya happy, sesuai dengan keinginan kita, atau tidak. bukan itu intinya.

ibarat Drama Korea, yg enak ditonton, yg greget, bikin penonton ketawa, nangis, kesel – walaupun endingnya gak happy atau gantung.

begitulah cerita cinta seharusnya..

intinya, apakah kita, bisa menjaga dan memelihara rasa cinta pemberian-Nya. itu aja sih menurut gue, cinta ga mesti memiliki… ngehibur diri.

Gue, kembali lagi, mencoba fokus ke pekerjaan. dan pekerjaan.

tapi masih ada satu kalimat, yang tersisa dalam memori gue, yang saat ini masih gue inget dan mungkin menghibur gue, saat gue sedih seperti ini. yaitu kalimat dia berikut

….”jangan lupa sholat!”

iya, cuma kata-kata itu gue rasa, yang bisa buat pikiran dan hati gue jadi tetep stabil. karena sholat dan sabar lah, sehingga gue bisa jalanin semua pahit manisnya hidup. dengan ikhlas.

Biarlah kini waktu yg jawab semuanya…
mungkin di persimpangan jalan lainnya, kita akan bertemu dan bersatu …
semoga.

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

Are you new to blogging, and do you want step-by-step guidance on how to publish and grow your blog? Learn more about our new Blogging for Beginners course and get 50% off through December 10th.

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Nuansa Kasih

Segalanya pasti semakin cerah, Kala harapan searah secita

[Soundtrack : Nuansa Kasih — Sandro Tobing]

Bismillah.

Tepat pukul 12.30 malam, aku berjalan ke gate 8 bandara Soekarno Hatta, membawa Pasport dan tiket pesawat Saudi Airlines dengan tujuan Jeddah. Boarding pass dan stempel imigrasi harus kulewati, walau badan ni sudah agak lelah dan perut terasa sangat lapar.

Semangat untuk berangkat mengunjungi Ka’bah dan ziarah ke Makam Rasulullah SAW, membuatku melupakan semua kesulitan dan masalahku. Ada rasa rindu yang sulit untuk diungkap, jika aku mengingat kedua tempat tsb di atas, rasa rindu yang mampu mengalihkan rasa rindu lainnya di dalam hati…

Alhamdulillah, aku berangkat sendirian. sengaja memang. Ada satu hajat dan keinginan yang aku ingin sampaikan di Tanah Suci.

MADINAH

Azan subuh berkumandang. semua orang dari berbagai suku bangsa dan negara nampak berbondong bergerak menuju masjid Nabawi. Aku berjalan sendirian, teman sekamarku sudah berangkat duluan.

Lobby hotelku berada di balik Masjid, tapi posisinya dekat dengan gerbang masuk ke pelataran Masjid Nabawi. tidak jauh dari pintu keluar lobby, aku melewati toko souvenir dan pernak pernik Madinah, lalu toko emas, dan terakhir apotik.

Orang sudah banyak berkumpul dan bersiap-siap untuk solat di pelataran masjid yang sangat luas. tapi aku tetap berjalan ke arah pintu masjid, berharap mendapat tempat di depan, dekat dengan Raudhah, Taman Surga, yaitu sebuah area masjid Nabawi yang asli. ditandai dengan karpet putih.

Angin dingin di bulan Desember, terasa menusuk kulit hingga menembus tulangku. lantai masjid Nabawi terasa sangat dingin dan rasanya membuat kaki ku beku. Posisi Raudhah nampak di hadapanku. berjubel penuh sesak dengan orang.

Aku berdoa sejenak, mohon kemudahan. lalu berjalan , berharap mendapat kesempatan untuk berdiri dan berdoa di sana. tapi Iqomat sudah berkumandang, ada bagusnya juga karena akhirnya aku mendapat tempat dekat dengan Raudhah. setelah selesai solat, aku bisa langsung bangkit dan menuju ke Raudha. pikirku.

Imam masjid Nabawi, melantunkan ayat ayat suci dengan khidmat. rasanya gak bosan dan betah banget mendengarnya. walaupun surat yang dibaca yaitu surat Yasin ayat 1 – 20. tapi nyaman banget.

Selesai, aku akhirnya dapat masuk dan berdiri di Raudhah. aku sujud syukur, dalam hati. tidak mungkin sujud karena posisinya sangat padat. lalu aku berdoa, memohon kepada-Nya. sesuatu yang aku ingin sampaikan dari tanah air… sesuatu yang amat penting. yang aku sendiri gak kuasa untuk mewujudkannya, kecuali dengan izin dan ridho-Nya…

Setelah itu, aku keluar dari area Raudhah dan menuju makan Nabi SAW. aku berhenti sejenak, di depan pintu emas yang di jaga Askar, yang didalamnya ada makam Nabi SAW. tak lama, karena aku diusir, aku mundur sedikit ke balakang. dan aku berdoa…juga berdialog, seolah Nabi SAW ada di hadapanku…

aku terdiam… semua doa hilang dalam ingatan. aku seolah tidak bisa berkata apa apa, walau hanya dalam hati. Akhirnya, kata kata spontan tak terasa keluar dari mulutku secara halus dan nyaris tidak terdengar..

Ya Nabi, salam alaika , Ya Rosul salam alaika..
aku datang mohon izin dan restumu, untuk menikahi Dzuriyat mu,
Dzuriyat yang mewarisi Martabat dan Keagunganmu, dari keturunan Putri mu Ya Rasul,
yang mewarisi martabat dan kemuliaan suami dari Putrimu ya Rasul…
iaitu dia yang bernama (….. binti …..)

aku diam. terpejam, hatiku tunduk, seolah menunggu nabi mengangguk dan memberikan restunya…

– bersambung –

 

wish you were here

The worlds’ a roller coaster, And I am not strapped in, Maybe I should hold with care, But my hands are busy in the air saying … I wish you were here

[Soundtrack : wish you were here]

Gue : “assalamualaikum..warahmatullahi ..Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh..” tangan kotorku ku usap ke muka.

Tanu : “broo! si oboy ama mobil service dah nungguin…buruan!” dia teriak 10 meter dari tempat gue solat. persis di atas batu lempeng di atas sungai dangkal yang jernih.

Gue : “ntarr… ” gue jawab singkat, sambil buka sarung dan pake celana tactical gue warna hijau.

Tanu : “udeh pake sarung ajaa.. kaga usah ganti celana dah! haha!” tereak Tanu, navigator gue.

Gue : ” njirr lo, ‘Ji Bi Le Per’ gue jadi takoyaki ntar ..” gue nyengir males nanggepin si botak Tanu. badannya keker, tatoan, tapi latah nya parah.

Tanu : “ha ha.. buruan, lo kate tadabbur alam ..”

Gue : ” brisik lo tak. itu fan belt udah lo ganti? shock depan yg patah dah lo las???

Tanu : ” Anying… poho aing (lupa gue), bentaarrr gue cek ke si Oboy” Tanu langsung lari

Gue : ” euhhh… tak si bo, ngehe lu ah!

Gue berjalan lompat di atas bebatuan. menuju tempat parkir mobil-mobil jeep off-road di ajang Lomba Adventures kelas Nasional. Koreksi, Ajang Adventures dan Speed. Gue samperin si Oboy, teknisi gue.

Gue : ” Boy, kaki-kaki gimane ama fanbelt yg putus? beres?”

Oboy : ” Udahh boss, tenang… cuman body pintu fiber nya kentob dikit, bekas miring di lumpur tadi kena batu, aman..pintu mah tetep bisa dibuka” sambil nunjuk pintu fiber bagian navigator.

Gue : ” biarin, copot aje sekalian, si Botak kaga usah di pintuin…” gue ngelirik si Tanu

Tanu : ” Kampret lo Jar, terus …emang gue monyet disuruh nangkel di roll bar?”

Gue : ” udeh ..jangan banyak bacot lu, siap siap.. kita nomor berapa nih?”

Tanu : ” abis mobil Sierra ijo tuh , terus CJ si Kentung anak Jogja, lalu jeep si pa Sam… baru lah kita” tanu jelasin ke gue dan tim

Gue : ” hah.. yg bener lu , kita dapet giliran abis pa Sam?”

Tanu : ” iyaaa juragaann… knp sih?”

Gue : ” mata lo buta? lu kaga liat tuh Ban cangkul nya? anjirr jing… bisa kelelep kita…” gue ngelirik ban mobil pa Sam, lalu ngeliat medan lumpur yang bakal kita lewatin.

Gue mikir, strategi apa yang harus gue lakukan supaya gue bisa lolos dari cangkulan ban pa Sam. masalahnya ni sekarang bagian “speed offroad”, waktu dan kecepatan yang di itung. gue bakar sebatang rokok filter dengan zippo kesayangan gue.

gue liatin mobil Suzuki Sierra ijo yang duluan jalan dan nyoba trek.. wuszzzz… enteng men, suzuki sierra gitu loh… ga masalah. tapi gue jadi bisa liat, trek mana yang aman untuk gue geber..

Gue : ” Oke… kesitu aja” gue ngerasa mantep

Oboy : ” oboy tunggu di finish aja ya bos. udah beres semua nih…”

Gue : ” okay mang oboy.. sip” .. gue masuk ke mobil, pake helm, pake seat belt dan langsung nyalain mesin v8 gue. ” nyet… buruan naek, bengong aje lo!” maki gue sambil becanda ke Tanu

Gue gas gas mobil, cek rpm.. okay. lalu gue pasang head seat, buat komunikasi dengan tim services gue di garis finish sana. okay semua. cek sound dengan si botak. beres.. sambil nunggu giliran, gue play lagu favorite gue di iphone… lagunya incubus.

ya , lagu itu gue puter berulang ulang, tiap kali gue mau start nge gass… selain doa dan baca alfatihah pastinya

gue selalu inget dan ngebayangin bini gue , si “kebo alias pelor (nempel molor)” yang rese tapi ngangenin, nun jauh di pulau jawa sana, yang selalu support dan ngertiin gue apa adanya… oh i wish you were here boo.. wish you were here…

sampe ga kerasa, panitia, berteriak..

READY???… GOO….!!!

BrrRRr Brmmmmmm….Yeahhh!!!

– selesai –

i like chopin

Rainy days never say goodbye, To desire when we are together

[Soundtrack : Gazebo — I Like Chopin]

Paris. The Unforgettable Moment..

Spring season. aku masih inget banget, saat aku pergi mengunjungi sebuah Universitas di Kota kecil di Perancis, tepatnya di kota Lyon, untuk menjalin dan menandatangani perjanjian kerjasama pendidikan dan beasiswa untuk gelar Doktor antara Universitas di Lyon dengan Universitas tempat ku kerja…

Aku boleh dibilang, asisten pribadi dekan Arsitektur, kebetulan diminta menemani beliau dan rombongan kecil berjumlah 10 orang untuk pergi ke Paris, Perancis.

Dekan ku, bernama Nisa Prisilia, 35 tahun .. dan masih lajang, pinter banget. Tapi jangan pernah dibayangin yah, pasti salah imajinasi. Mba Nisa, saya memanggilnya.. tingginya kira-kira 168cm, rambutnya hitam lurus, lebat tapi lembut tergerai se-dada.

Wajahnya tirus, kulitnya mulus dan masih kencang, hitam tapi lumayan manis. berat badannya? ga tau..yang pasti ideal banget. enak di lihat bgt, apalagi wajahnya gak sesuai dengan usianya.. kaya masih wanita berumur 27 tahun. serius.

Karakternya, kalem. dia orang sunda. udah kebayang kan, kaya gimana gaya bicara dan temper nya? lebih banyak senyum, ngedengerin tapi sekali ngomong berbobot berisi, tepat sasaran, tapi pemilihan bahasanya mudah dicerna. manner? jangan ditanya, sopan sangat.. membuat semua orang, termasuk aku, nyaman banget kalau deket dia… hmm..

Aku paling seneng, pas klo pas mba Nisa ini bawa kamera Nikon nya, jalan kaki dari hotel, sendirian, lalu ambil foto-foto arsitektur bangunan. bangunan apa aja dia foto. yang jelas, bukan untuk nampang dan upload di IG doang. aku tahu persis. karena foto IG dia justru ga banyak. ya dia orangnya ga suka keliatan pamer dan lebih old fashion, yang tahu persis, mana bagian privasi dan mana yang buat konsumsi publik.

Well, back to my story..

Aku diem diem mengagumi sosok mba Nisa. aku bukan bocah lagi, udah 25 tahun, salah satu mahasiswa arsitektur teladan dan berprestasi. rasanya, secara akademis, aku pede lah, mendampingi mba Nisa kemana-mana.

tapi kalau soal komunikasi, negosiasi, leadership, dan hubungan antar personal, ampun dewa.. jauh banget lah. ketauan bgt aku masih amatiran, mungkin ama ketua OSIS SMA Negeri 8 Jakarta aja aku masih kalah gapeh. Aku kurang aktif di Organisasi waktu kuliah…

Selepas sarapan pagi di hotel, di hari terakhir kita di Perancis, aku di beri uang saku oleh mba Nisa. lumayan, cukup banyak buat ganti iphone dengan versi terbaru. Aku bertemu dengan mba Nisa sebentar di lobby hotel, ia berpesan bahwa hari ini acara bebas. silahkan kalau mau belanja, sementara dia mau keluar untuk foto foto..sendirian.

padahal aku pengen banget ikut dan nemenin dia.. pengen banget foto berdua dengan dia, di tempat yang terkenal romantis, lalu upload ke IG cieh.. pasti buat semua temenku ngiri. kemudian, aku juga mau kirim ke orgtua tuaku di bogor, ..kali aja aku boleh ngelamar org yang lebih tua dari ku ..hehe, ngarep. ngimpi poll. ngehayal tingkat dewa

aku diam dan berpikir sebentar di lobby. akhirnya ku putuskan untuk berjalan jalan mencari toko parfum terdekat saja. buat aku dan adikku yang perempuan. lagipula dia sudah wanti wanti nitip minta dibeliin parfum, terserah merknya apa..terserah bayarnya pake apa, pokonya nitip hehe

ya sudah, aku jalan..menyusuri trotoar batu batu. sampai melewati bunderan Arc de triomphe de l’Étoile yang megah dan terkenal sebagai salah satu icon Paris. lama juga aku berdiri di bawahnya, sambil mengamati arsitektur bangunan itu. sambil foto foto.

kemudian aku jalan terus, ke sebuah jalan agak kecil. tapi masih jalan utama. persis di depan Arc de triomphe de l’Étoile. toko toko mulai tampak disisi kanan dan kiri jalan. aku sambil mencari toko parfum terdekat. nah, kebetulan…ada. kalau ga salah nama tokonya Marionnaud.

pertama masuk , agak keder juga aku. depannya tampak kecil tapi ketika sudah masuk, ternyata luas dan terdiri atas bbrp lantai. semuanya parfum! bener, pantes Paris terkenal sebagai surga nya orang yang maniak parfum. dan semuanya aku yakin pasti ORI alias original, ga ada yang KW kaya di indo.

ke kederanku yang kedua, aku ga bisa bahasa perancis. gimana cara komunkasi dengan pramuniaga toko ini yang hampir semuanya wanita berambut pirang mirip boneka barbie. lucu-lucu. berikutnya, aku agak parno, karena disitu kebetulan hanya aku orang asia. aku kuatir, mereka underestimate aku. dan ga dilayanin. padahal aku emang punya duit nih buat belanja.

ternyata, dugaanku salah. mereka begitu ramah dan welcome. bahkan mereka mengerti bahasa inggris dengan cukup baik. ramah poll dan gesit melayaniku, ketika aku memberi tahu maksud ku mencari parfum wanita untuk usia 20 tahunan. dan parfum pria untuk ku sendiri.

Aneka ragam parfum mulai yang aku kenal sampai aku gak kenal, semuanya ada etalasenya. Dior, Boss, Channel, lancome, lacoste.. sebut aja apa. semua ada. aku sampai kebingungan, memilih, karena semuanya enak enak banget. dan aku yakin beberapa varian parfum, belum ada di indonesia..

pas lagi sibuk dan konsen mencium wangi parfum. tiba-tiba, ada suara “ngeborong mas?” suara mba Nisa, dibelakang kepalaku. aku langsung menoleh malu dan ia tersenyum..

“eh ..iya mba”..jawabku malu. “nyari buat siapa?” tanyanya. “aku dan adekku” ..”tapi adekku sudah dapet. skrg buat aku” ..”hm, mba ada rekomendasi?” tanyaku cepat…aku tahu persis seleranya, ..berkelas.

“aku sih..hm, sukaa… Paco Rabbane”… “nih yg ini..” sambil mengambil dus berwarna hitam, sebuah varian Paco Rabbane yang (maaf merknya ga bisa aku sebut ..nanti dikira endorse hehe).. dan memberinya padaku. Aku lihat pramuniaga tersenyum dan menjawab singkat “good choice”..

aku lsg mencoba testernya, dan luar biasa.. langsung cocok. “suka ga?” tanya mba Nia…

“enak banget mba..suka” jawabku polos. ih polos bgt yah gue, kaya anak ngobrol sama ibunya

“hm, dulu ..mantan mba, pake ituh.” …”sampe sekarang, mba suka wanginya” sambil tersenyum.

“ohh..” jawabku, baru tau .. entah kenapa, ada rasa krg nyaman, tapi sekaligus lega. kenapa yah…

“mau aku beliin?” tanya mba Nisa.. tapi langsung dijawab lagi “eh..jangan deh, pamali..” ..blm sempat aku bertanya kenapa pamali. mba Nisa langsung menjawab lagi… “mitosnya, suka ‘ga jadi’ …” ..deg, aku ulang kalimat terakhirnya……aku melihat matanya, wajahnya, dan senyumannya… spersekian detik.

lalu ia berjalan meninggalkanku.. sambil berkata..”mau foto bareng aku ga?..klo mau aku tunggu di lobby stlh makan siang yaa..” sambil melepas senyum manis..penuh ..ah halu nih aku..

entah kenapa aku senang. dan momen itu, rasanya the best scene ever, golden scene, dalam film tentang diriku hehe, lets see what next.

– selesai –

Terbang

Kaulah yang dinginkan aku Dari mimpiku, Coba terbangkan khayalku Dari sadarku

[Soundtrack : terbang – gigi band]

Kania. Namanya Kania Sarasvati, usianya sekitar 25 tahun..

ku lihat dia keluar dari pintu rumahnya. kemeja kerja berbahan kain terusan warna hitam corak abu se pinggul, dengan bawahan kulot reguler warna krem, terasa cocok sekali dengan raut pancaran wajahnya yang terang – walau kulitnya tidak begitu putih, tapi begitu halus – auranya seolah memancar terang, bak mercusuar yang menerangi gelapnya samudra di malam hari…

Ia menenteng tas.. merk Channel. sepatu hak sedang. dan beberapa buku ..atau kertas yang tersimpan rapih dalam map bening.

Ku lihat dia tersenyum. manis sekali. semanis rambutnya yang panjang terurai, se dada, hitam. rambutnya yang lembut, wanginya seolah terbawa angin dan tercium hingga ke tempat ku melihatnya. Nampak ia berpamitan dengan ibunya, mencium tangannya, dan memeluk ibunya dengan mesra dan manja.

Ia pun berbalik, ke arah garasi, dengan langkah anggun dan mempesona, serasa pas dengan tubuhnya yang langsing terawat, terlihat jelas kedisiplinan, kemandirian dan ketangguhannya. rasa percaya diri yang kuat terpancar dari langkah yang mantap namun tetap feminim. ouch..

Wajahnya penuh senyuman, optimisme. tidak ada sama sekali keraguan, kegelisahan, kekawatiran, ketakutan saat kulihatnya dari atas balkon, persis di sebelah rumahnya. ya, betul aku tetangganya. yang setiap pagi melihat ritual wanita anggun berparas cantik itu, Kania…

Sebelum masuk mobil. ia menerima telepon. ku lihat dari balkon, ia menghadapku, lalu melambaikan tangannya kepadaku, ramah, sopan dan begitu hangat. aishh.. ia menatapku , melambaikan tangannya sambil kepala mengangguk tanda memberi hormat. aku balas dengan senyuman dan anggukan…

lalu ia sibuk berbicara, kulihat gerakan bibirnya, mataku bagaikan kamera yang memiliki kemampuan zoom 36x , mampu melihat setiap gerak bibir dan mendengar alunan irama suaranya yang lembut, merdu, namun berwibawa. sikapnya terlihat dewasa tapi dari gestur nya aku tahu, dia orang yang sangat sangat supel dan diterima dengan baik di semua kalangan, tua, muda, anak anak hingga dewasa.

ia betul betul contoh sosok yang cantik mempesona luar dan dalam, dari ujung rambut hingga ujung kaki. sempurna…

tak lama, ia pun masuk ke mobilnya. menyalakannya dan asisten rumah tangga sudah siap membukakan gerbang membiarkan mobilnya keluar dengan leluasa.

Aku jatuh cinta padanya setiap hari… seandainya ia menjadi milikku, akan kujaga dan rawat ia agar tetap mekar dan merekah, ibarat bunga mawar merah yang tidak akan pernah layu, selamanya.

kalau saja, ia belum memiliki suami yang kutau, sangat dicintainya…

sayangnya, ia sudah menikah dan memiliki suami.

betapa beruntungnya lelaki itu…

….dan hayalanku, pagi ini, kembali terbang jauh tinggi di angkasa. Semoga, hayalan pergi ke langit ke tujuh dan tak kembali lagi esok hari… tetapi melebur di angkasa bersama bintang bintang, menjadi asa, lalu turun kembali ke bumi dan akhirnya menuntunku menjemput belahan jiwaku, entah siapa, entah dimana, dan entah kapan….semoga. aamiin yra

[Anti Halu Mode ON]

– TAMMAT-

What Can I Do

And I just got to let it go. And who knows I might feel better, yeah. If I don’t try and I don’t hope

[Soundtrack : The Corrs – What Can I Do]

aku membuka bajuku yg basah, penuh keringat. yup. latihan fisik ku kali ini aku tambah 5x lipat. FYI, total seluruh latihan cardio dan beban sebanyak 10 gerakan atau 10 seri, masing masing seri ku ulang 5-10 kali. dikali 5 kali lipat…

Latihan yang cukup ‘cadas’ , kalau mengingat, sebelumnya atau malamnya aku hanya tidur 1 jam. untungnya, aku masih hidup pagi ini. kalau tiba tiba terjadi sesuatu padaku, itu berarti aku mengalami kejadian yang sama seperti alm suami Bunga Citra Lestari. Ashraf.

aku minum di gelas dan kutaruh di atas meja, sementara dua telapak tanganku menyentuh kedua sisi meja lurus dengan tekanan yang agak keras, membuat meja jati bundar itu hampur terbalik. pikiran ku kosong, begitu pula tatapan mataku. menatap ke jendela dapur.

Aku lalu melihat tubuh ku sendiri yang masih berkeringat, mulai dari bahu pelan kemudian dada, urat dan ototku mengembang keras, lalu kulihat bekas luka tembak, di dada kananku. luka lama. untung gak menembus paru-paru dan tulang bahu ku…kalau ditekan, rasa nyeri bekas luka itu masih terasa. ya seperti orang indonesia, selalu bilang, untung… masih untung… untungnya…

beginilah resiko menjalankan tugas negara. pikirku, menghibur diri. tetapi, lucunya.. terlepas dari semua prestasi ku di pekerjaanku, dibalik semua ketidaksuksesan pribadi ku sebagai individu, aku selalu beralasan dengan kalimat sakti di atas ..”beginilah resiko menjalankan tugas negara”. klise..basi..

..dan sebagai hukumannya, ya begitulah, aku push fisik ku to the limit. gak kasih kendor.. sama seperti yang kulakukan pagi ini. semua energi negatif yang menumpuk, aku konversi dan hempaskan menjadi energi positif dengan cara seperti ini….

aku gagal? big NO.pikirku .. mencari pembenaran , tapi kurang tepat rasanya.

hm, okay. tiap manusia, punya kelebihan dan kekurangan. dan kekuranganku adalah dalam hal ini. pikirku… rasanya, lebih nyaman dan pas.

Aku baru dapat pesan singkat di HP tengah malam, dari wanita yang kucintai ..kunikahi 8 tahun yang lalu. pesannya pun singkat. yaitu ” lebih kita pisah bak baik mas…ku mohon, demi anak-anak”

itu isi pesannya.

dan ku akui semua ini salahku, dengan alasan apa?? yaa, beginilah resiko menjalankan tugas negara. Fuk! tak terasa, aku menghajar meja jati itu dengan sekali hentakan…brakkk. salah satu kaki meja jati itu tiba tiba tidak seimbang karena retak dan meja jati pun menjadi miring… ” ah siyal!” aku memaki diri ku sendiri. karena membuat pekerjaan rumah ku bertambah.

tiba-tiba, anaku yang paling kecil, Andri.. muncul di belakangku. tanpa kusadari. dan berkata

” ayah… kenapa??” .. sambil memegang boneka pandanya, dan mengucek matanya yang masih rapat. ” hm, gpp nak..” jawabku cepat. “ayah marah sama ibu yaa?” tanya andri polos tanpa beban.

“marah kenapa?” aku melihatnya sambil tersenyum. pantang bagiku, marah dihadapan anak, pantang bagiku berkeluh kesah di hadapan anak dan mengharamkan anak anakku mengetahui masalah dan kesulitanku…

” ibu… pacaran lagi ya?” kali ini mimik andi menjadi serius, kepalanya miring ke sebelah kanan. tanda berpikir..

” hush, ngaco kamu nak..” aku kaget, walaupun aku yakin cepat atau lambat, andri pasti tahu.

” kak Gina yang bilang…” sambungnya. ” hm.. jangan di dengerin ah” aku kini tau siapa sumbernya, ternyata anakku yang pertama. ” mama itu lagi nengok nenek..nenek lagi sakit” jawabku tenang.. dalam hal kontrol emosi dalam keadaan genting dan tertekan, aku ahlinya. aku sudah terlatih…

” yah, ..” andri memanggilku.. ingin menyampaikan sesuatu. ” yaa sayang.. apah?”

” kata ustazah ku, kalau kita kehilangan sesuatu.. berati itu bukan yang terbaik buat kita” sambung andri, anakku yang baru berusia 5 tahun. dan aku tersentak. kaget.

” aku sayang ayah…” sambung andri, sambil membuka kedua tangannya lebar seperti ingin memeluk tubuhku yang tinggi besar. aku langsung memeluk anakku andri erat…

” ayah juga sayang banget sama andri, … sama Ka Gina, sama Ka Dina…ayah sayang kalian semua!” gak terasa, mataku berkaca-kaca karena ber air. kutahan agar airnya tidak menetes.

” yah, aku mau bangunin ka Gina dan Ka dina dulu ya. andri laper… aku mau ka Gina dan Ka dina masakin nasi goreng buat ayah..” andri berkata, seolah merasa iba dan empati padaku. seolah ingin menghiburku..

” iyah , sanah gih.. udah siang nih” jawabku… lalu andri kembali jalan ke dalam. ke kamar..

aku terdiam. kali ini pikiranku dan tatapanku tidak kosong lagi. pikiranku menjadi jernih, hatiku jauh lebih tenang. aku ingat ‘petuah’ anakku yang baru 5 tahun…

yah, mungkin.. dia bukan yang terbaik bagiku. Inilah jawaban yang tepat!

so let it go, …who knows I might feel better, if i dont try and i dont hope..

lalu aku berdoa, semoga aku mendapat ganti yang lebih baik, bukan untukku saja. tapi khususnya, bagi anak-anakku tercinta…

– selesai –

We Could Be In Love

Even the stars, shining up bright, I’ve noticed when you’re close to me..Still it remains a mystery.

[Soundtrack : Lea Salonga & Brad Kane – We Could Be In Love]

Saat itu… di perpus

Aku : “duh, bodohnya aku!!!” menggerutu dlm hati. kesal dgn kekonyolanku. ke over PD-an ku. ke GR-an ku. tapi mau gimana lagi, kayanya emang sudah bawaan lahir ku… cacat mental ku..

Aku : “kenapa aku bilang gitu sih” berbisik dalam hati, sambil memukul mukul kepala ku sendiri. sambil mengacak ngacak rambutku yg lurus.

orang menatapku. siyal. lalu aku pura-pura sedang membaca serius, seolah olah berusaha berlagak sedang menghafal buku yang aku baca di meja mati-matian tapi gak hafal hafal…

tiba-tiba.. aku melihat do’i , muncul di antara rak buku perpus. sedang mencari buku di bagian politik dan sejarah nasional. persis di depan tempatku duduk. posisi do’i membelakangiku. ah untung.. pikirku

Aku pelan pelan langsung jongkok. dan sembunyi di bawah meja diantara kursi. menghindari dia. yes, berhasil..

tapi, kegiranganku sirna.. saat ku intip, ternyata do’i duduk meja persis di hadapan meja ku. tepat menghadap ke tempat aku jongkok bersembunyi!!! demmm…! gimana cara, aku kabur nih.. mo bediri, ketauan… aku sadar, gak bisa berpikir terlalu lama, apa kata orang yang lewat mejaku nanti… ah kacau!

FLASH BACK – 3 HARI YANG LALU

di whatsapps..

….. skip previous conversation.

Putri : ” wkwk, dasar dodol”

Putri : ” lu lucu jg ya ka”

Aku : “ish emg gue badut?”

Putri : ” iya, badut kuu…wkwk”

AKu : ” serius? ”

Putri : ” apa nya yg serius ka?”

Aku : ” gue jadi badut lu?”

Putri : “iya lah, …tini tini badutttt uu lutunaa”

Aku : ” wkwkw..”

Aku : ” Put.. badut suka sama kamuu, kamu suka ama badut gaa?”

Putri : ” iya dong ..aku jg suka ama baduuttt wkwk”

Aku : ” serius..?? alhamdulillah.. i love you Put. makasih yaa!!”

Putri : “ha? hmm … mm mmaksud kk?”

AKu : ” makasih, udah suka ama aku Put..brati hati kita sama ”

Putri : ” eh.. hm.. maaf ka Boy, kayanya kk salah paham deh..mm maksud ku…eu..”

Aku : ” oh euu ..hahah gotchaa!!! april moppp!!!” kena kamu Put, aku becanda!!”

Putri : ” ..o ooh…?”

saling diam. no msg at all. lalu, 5 menit kmudian…

Putri : ” wkwkw.. dasar dodol ih kaka!”

BACK NOW

gimana? bego bgt kan aku?! semenjak pesan itu, besoknya, dia jadi agak membatasi dan jaga jarak denganku. candaan nyerempet nyerempet romantis, kini tiada lagi menghiasi malam ku.. semua itu, akibat aku ni orangnya terlalu PeDe. dan .. aku jadi malu klo ketemu adek kelas ku ini. dodol ya!

aku menghimpun konsentrasi, dan berusaha menyelinap diam diam, sambil jongkok. lewat sisi sebelah kiri mejaku, menjauh dari meja dia, lalu lari kabur. yes, begitu caranya…

siap.. 1..2…3… aku mulai merangkak pelan pelan.. yes, hampir berhasil sedikit lagi

” WOI .. Boy!! Ngapain lu ?” .. Tereak Oji, kawanku ..kenceng banget! membuat semua yang ada di sekitar tempat baca itu melirik ke Oji dan aku, ..tidak terkecuali ..Do’i! Amsyiongggggg

Oji : ” ngapainn wkwk?”

Aku : ” ga.. ehm. lagi itu..euh.. tadi..hm…eh..itu gmana ji, ntar sore jadi kan?” tapi posisiku masih jongkok di bawah. onenggg…

Oji : ” haha.. jadi. ngapain sih lu?” dia cengegesan tapi tetep penasaran

Putri : ” iya, ka Boy.. lagi apah disituh?” sambil senyum ngeledek

Aku : ” eh ada Putri.. aku lagi nyari kacamata, jatoh..”

Putri : ” hihi..sejak kapan kk pake kacamata?”

Aku : begoooo… iya kan gue ga pake kacamata, kecuali kaca mata item buat nyetir. kataku dlm hati

tampang dongo… Oji dan Putri, ketawa lepas. dilepas ama kelakuan gue coy…

aku lihat putri senyum, jail banget, tapi cantiik banget. klo slow motion, ni keren banget deh…iyaa, kaya yang seneng dan bahagia gitu…

(dalem hati) haaaahh..dodol, yaaa aku emang sekedar badut di matanya hehe. .. sudahlah, as long as you happy put. aku juga happy for you Put. aku relaaa, ikhlass lillahitala put, walau cuman jadi badut di hati muh…

eh… tapi …siapa tau, abis jadi badut, ntar bisa naik level?!! ya gak pemirsahhh he he

– selesai –

Mean It

…I’m callin’, no answer. But you text me when you feel like When it feels right to you But I’m all, I’m all in I’m fallin’ faster But if you’re looking at me with a Heart of doubt….

[Soundtrack : Lauv & LANY – Mean It]

Gue turun dari kereta api jurusan UI menuju Bogor. Pemberhentian terakhir. Harusnya jam-jam segini udah sepi, tapi mungkin karena besok hari libur Nyepi, penumpangnya numplek banget. Jadi inget kereta api masih satu jalur. jalur berangkat, sama jalur pulang, cuma satu rel…

Gue gendong ransel gue yg besar dengan hati-hati, udah banyak korban ransel jumbo gue yang suka nabrak-nabrak kiri kanan. kali ini..tidak terkecuali…

Mahasiswi : ” aduh!..” wajahnya gak cemberut, tapi jelas kesel

Gue : ” eh sori”… kena lagi dah, dodol

Mhswi : ” mmhh ..” ga jawab cuman ngangguk sambil mendengus pelan, lalu pergi ke arah lain

Gue : ” akhirnya..” berdiri di bawah trap turun kereta, diem bentar sambil meregangkan pinggang, ke kiri ke kanan. “..balik juga”

gue langsung ke pintu keluar,  tetep ngantri. dan di pintu keluar, angkutan umum sudah menanti seperti pasukan paskibra yang sedang baris berbaris rapih. gue lsg liat jurusan ke rumah gue.. aHa! itu dia..pikirku, no 05.

gue buru buru naik, berebutan ama karyawan-karyawan, ransel sambil gue copot dari bahu gue satu, ..lalu sebelah lagi, settt, langsung gue ayun ke dalam angkot persis di bangku deket pintu keluar, buuggg!…aihh, kena orang lagi.

Gue : ” duh maa’a…..” tas ransel masih menutupi org itu, dan org itu lsg menurunkan ransel dari mukanya, ..whoilaaa, taraaaa… cewe yg tadi kena ransel gue! ” …aaff!” aku ga enak hati, tapi kesel juga. kenapa ni orang lagi sih…yg kena. ga ada yg laen apa?

Mhswi : ” ati ati dong ka…” kali ini dia bener bener sewot.

Gue : “iya iya.” jawab gue singkat.. lalu diam, pura pura ga ada apa apa…

setelah ngetem 10 menit, penuh..angkutan gue lsg jalan. gue liat jam, masih siang pikir gue. pas mau deket tempat berhenti gue,..gue lsg teriak ke supir angkutan yg duduk persis di belakang gue.

Gue : ” Kiriiii ..” Mhsi : ” Kiriiiiiii..” kita tereak bareng. wow kompak sekalee..anjirr.  gue dan si cewe ini saling mandang. apa? ada yang aneh? emangnya gue ngintil nguntit elu?? gue seolah ngobrol ma dia. tapi dalam hati.

Mhswi : ” ya brenti bang. disini…” cuek, sambil seolah kita tuh ga tereak bareng ..padahal jelas kita narik perhatian orang semobil. orang yang ga liat kita itu yang nyangka kita berdua ni temenan….

Dia turun duluan, lalu bayar. diikutin gue. sambil nunggu kembalian yang lama, gue liatin dia, ke arah mana di jalan tuh si mahasiswi aneh itu…hm, rupanya sih cantik bagi gue. yaa nilainya 8,5 lah.

Supir angkot : ” mas… woi mass… massssss.” tereak.. gue kaget, krn lagi liat tu cewe. kembalian gue ambil dan gue jalan ke arah cewe itu jalan. iya gaes.. rumah gue juga ke arah situ…dodol, siapa nih cewe.

tiba tiba cewe mahasiswi itu berhenti di ujung gang. menerima telp. lalu sepertinya dia dipandu arah oleh yg nelp. lalu belok masuk ke gang. yehhh, itu mah gang gue juga. males nih..asli…eh tapi lumayan ca’em tuh cewe. otak maskulin gue seringkali mengalahkan semua rasa dendam gue ama cewe cantik…

gue ga liat lagi tu cewe. ilang. ilang dari pandangan…

Gue : ” assalamualaikummm ..mahh, anjar pulaangg!” ssambil buka sepatu di teras.

emak gue : ” kumsalam.. jar, ..sinih, masuk… ma lagi kedatangan tamu spesial ni kebetulan…”

gue masuk ke rumah, dan lsg liat ke ruang tamu..lalu sofa.. dan yes, Fixed. asli. emang gue berjodoh hari ini dengan cewe judes tapi cantik ini…dia lagi braderrr!!! duduk di sofa, tapi kali ini dia maksain senyumnya di depan emak gue….

Mhswi : ” hai.. aku Monik.” begitu ngeliat gue, senyumnya tiba tiba hilang berganti wajah datar, campur aneh, males, dan sejenisnya..

Emak gue : ” Monik.. ini Anjar, kenalin.” gue..dan dia salaman juga dong…idih males…pikir gue

Gue : ” kita udah kenal muka koq mah. sekereta bareng. seangkot bareng. tapi diem dieman” seloroh aku enteng, sambil nyengir kuda…”iya ga ?” tanya ku ke monik…

Monik : mengangguk pelan..

Emak : ” jadi monik ini, calon penganten yg mau mama rias.. bulan depan”

Gue : kaget. tadinya mau jual mahal… mo makan gengsi. ga jadi. ” oh.. wah selamet ya mba” aku langsung sopan kaya ngadep dosen killer…

emak : ” Jar… tapi calonnya … keburu dipanggil Tuhan….” mamahku langsung bicara pelan, halus, hati hati sambil memegang kedua bahu monik, merasa iba. ” monik, mau urus pembatalan”

Gue : ” hahh?” ..serius? ..innalillahi…” …”ikut berduka ya mba monik” baru ngerti. asli. dodol. baru gue ngerti kenapa tu cewe, mukanya sepet. ga aada senyum senyumnya, …ternyata …

Emak : ” maksud mamah, kamu ke bank ya.. tarik uang pembatalan. kebetulan kamu dateng, cash aja ya”

Gue : “koq cash sih ma. knp ga lsg transfer bank aja.?” lebih save.. ” ya kan mba?”

Monik : ” iya mas. bener. tapi sy mau sedekahkan uang itu secara cash ke pesantren yatim piatu, deket rumah ibu Santi..” sambil menunjuk ke arah mamaku.

Emakku : ” iya, jar.. mama udah panjang lebar ngobrol dengan nak monik”… “nak Monik mau niat sedekah buat alm calonnya”

Gue : ” ohhh…” gue simpati bgt. jujur. tapi ada sisi jahannam di pikiran gue, yaitu.. sebuah pertanyaan logis semua laki laki di dunia ini. yaitu… mungkin kah cewe ini nantinya bisa jadi bini gue?? tapi nantiii…. yaa slowly lah.. hati kecilku ngerasa dosa bgt. tapi gue jujur. itulah yg ada di otak gue yg lemah iman ini…

lalu. 2 minggu kemudian…

Gue : ” hi monik. km dimana?”

monik : ” di rumah, ada apa jar?”

Gue : ” mo mampir ya bentar, mama bawain kue buat 100 harinya calon kamu”

monik : ” oh ..iya, makasih ya, sok ajah. jam brp?”

Gue : ” hm ,kira kira jam 4 sore lah sampe…acaranya bada magrib kan?”

monik : ” iya..”

Gue : “oke. makasih ya monik ”

Monik : nun di sebrang sana, di rumahnya. menaruh hp nya. lalu melihat hp nya lama.. sambil berpikir. entah apa yang dipikirnya. lalu dia mengambil hp nya lagi. lalu membuka whattsapp , scroll, dan melihat kontak anjar.. lalu diam. kemudian monik melihat foto profil anjar. kali ini, sambil tersenyum….

entah apa yg dipikrnya….

– selesai –

Bagaimana bisa

Semua hanya janji, Yang tak punya arti…

[soundtrack : Jaz ~Bagaimana bisa]

Hari ini, Hari Sabtu. Malamnya, berarti Malam Minggu..

Malam yang sangat sakral dan dinanti oleh para ksatria cinta dan pasangannya. tetapi, sebaliknya, bagiku sang pencari cinta ..malam minggu adalah malam yang sangat dingin, gelap, sepi nan panjang seolah tak berujung.

Para pejuang pencari cinta sejati ini, adalah orang orang yang tangguh. Mereka bisa tertawa dalam tangis. mereka bisa bahagia dalam derita. Mereka juga pahlawan sejati. krn mereka rela menjadi tong sampah, kresek muntah, dan menolong kawannya yang sedang dilanda gundah gundala karena …. cinta, persis seperti tembok ratapan kaum yahudi.

termasuk gue…

Ajeng : mengetuk pintu, bajunya basah kuyup kehujanan… ” assalamualaikum”

Gue : membuka pintu..” Jeng, kenapa?”

Ajeng : sambil terisak, lalu tiba tiba menangis..makin keras “aa..aa..akuu.. pu ..pu ..tuss” tapi tidak kalimat nya disambung dengan isakan tangis yg ia coba tahan. biar ga terlalu keras. soalnya ini di rumah gue, depan pintu…

Babeh gue : ” jar, siapaa?” suaranya besar menggelegar mengalahkan suara gludug alias petir di luar sana

Gue : ” temen beh. Ajeng…”

Babeh gue : ” ngapain disono, suruh masuk sini.. buruan”

Gue : “iye beh..bentar”

Gue : ” hm, Jeng.. masuk yu” ..sambil mengusap lengan atas nya sampai bahu

Ajeng : mulai mereda.. dan mengusap mata dan wajahnya ” ih malu gue, disini aja deh, di teras”

Ajeng : ” sembab, bengep gini muka gue..”

Gue : ” ok ok”…lalu “beeh, anjar di sini aje ya. adem.” sambil tereak.

Babeh gue : ” ya udeh, minumnye noh ame rengginang nih bawa sonoh”

Gue : ” lu putus ama Yoga?”

Ajeng : ” iya jar, gue yang putusin dia..”

Gue : ” lah, ..koq bisa?”

Ajeng : ” iya, ..Yoga taunya jadian ama temen gue, ..Sinta…” mulai nangis lagi…

Gue : no komen. diem , ada kali sekitar 5 menit kita diem dieman. gue ambil minuman dan rengginang dari dalem, gue taroh di meja betawi berkursi empat. tempat kita duduk.

Ajeng : ” gue ga tau.. tapi gue dah feeling jar” ..lalu ” bener, ternyata..”

Gue : ” yakin lu? emang lu liat.. Yoga ketua Osis teladan lho..kalem lagi anaknya”

Ajeng : ” gue gep, ketangkep basah ma gue jar..”

Gue : ” ssstt.. ya udah. ya udah.. sabar dulu ya, noh minum dulu” ..Ajeng langsung menyeruput teh tawar panas sambil memegang gelasnya, kayanya sambil menghangatkan tangannya yang dingin

Gue : ” hm.. mo gue ambilin kaos? ganti baju dulu deh, masuk angin ntar..yah?”

Ajeng : tidak menghiraukan gue, lalu nyerocos sendiri.. “gue gep ga jauh dari rumah lu sini jar, makanya gue mampir kesini. gue ga tahan lagi…”

Gue : ” di ‘Kafe lo aja’ yah? .. tembak gue.

Ajeng : ” iya jar.. ditempat gue di tembak dia juga dulu..” dia mulai sesegukan lagi…

Gue : “gue anter pulang ya.. lu istirahat dulu. bukannya ngusir nih. tapi takut lu sakit, dari basah ntar kburu kering lagi, masuk angin dah..”…lalu gue sambung lagi pelan pelan, gak mau nyinggung dia ” klo lu mau cerita, bsk biar gue dateng lagi ke rumah lo”…

Ajeng : ” hm.. iya deh. maaf ya, jadi ngrepotin lu”

Gue : ” lah kaga.. gue kan jomblo, rindu bgt direpotin ama cewe Jeng..” aku senyum garing tapi ga nyangka si Ajeng malah nangis sambil senyum dan akhirnya ketawa

Ajeng : “lu bisa aja jar. tuh gue jadi ketawa deh. lu sih”

Gue : ” hehe.. ya udah bntr gue keluarin motor mbeat mberrr…brrrr dulu ya”

Ajeng : ” hihiii.. dasar.  lu mah. malah godain gue mulu ih”

Gue : ” yee lu mah kaya kaga tau gue aje ih…” emang gue suka jail sih

Motor gue keluarin sambil pamitan bentar ama babeh, lalu Ajeng pamitan juga langsung mengikuti gue menuntun motor keluar pager. pas udah di luar pager, dan gue nutup selot pager, pas gue mau naek.. tiba tiba dia megang tangan gue..

Ajeng : ” jar,… maafin gue ya…” kali ini dia meneteskan air matanya sedikit. tidak menangis seperti tadi

Gue : ” ishh maaf apaan?..lu salah ape ma guee?”

Ajeng : “lu baik bgt sih Jar… gue nyesel, nyesel banget pernah ngecewain lu..dulu”

Gue : ” hm..oh.. ah …sst udah ah. jgn dibahas”

Ajeng : tiba tiba dia mencium pipiku cepat.. lalu bilang. “makasih jar, ternyata, km yang terbaik…” sambil sibuk mengusap air mata embunnya yang netes dipipi. “yu jar…”

Gue diam, asli, nge freeze kaya patung orang yg kena kutuk dewi ular medussa, sambil mencoba menenangkan diri karena jantung yg tiba tiba kek kesamber gledeg mentah sehingga dag dig dug kaga keruan,  belum lagi suhu tubuh gue yang jadi panas seperti kebakar karena aliran darah seolah bergolak panasss…..sumpah.. selama gue pacaran ama dia, malah kaga pernah sama sekali pun nyentuh apalagi di sun pipi begini…

aku lihat wajah dan matanya. jujur, aku masih sayang banget sama dia, walau hatiku masih luka.

ya, setaun lalu, aku persis mengalami kejadian seperti yang dia alami malam ini. dan…aku putusin dia. jujur, aku juga nangis.. bedanya, aku mampir ke rumah djjarot. temen qyu qyu gue di sekolah. dan bedanya, bukannya di support, djarot dodol malah ketawa ngakak ngetawain sambil ngeledek gue abis abisan…

ya… apakah karma itu ada ya? ah ntah lah… gue sih, udah maafin Ajeng koq. ikhlas. ga ada dendam di hati, walau sakitnya masih ada. harusnya sih, bukan karma namanya…mungkin, lebih tepatnya pelajaran dari yang Maha Kuasa…

ah wallohu’alam deh. cuman Tuhan yang tau.

gue akhirnya nyalain mesin motor. dia naik. dan memelukku erat erat…mbemm brrrr..

– selesai –

through the fire

For a chance to be with you, I’d gladly risk it all…

[Soundtrack : through the fire – chaka khan]

Dani : “hi, lagi apa?”

Sandra : “..hey dan, biasa ..lagi baca..”

Dani : “sibuk ya?”

Sandra : “uhm, ga juga.. ga pernah ada kata sibuk klo buat km …eaa..”

Dani : “ha ha.. aku koq brasa jadi ibu rumah tangga ya”

Sandra : “haha.. btw, gmana hari ini kerjaan km?”

Dani : “mmh.. aman, lg males ngomongin kerjaan. boring”

Sandra : ” well, .. refreshing yu”

Dani : “hayuu, ke tempat biasa ya?”

Sandra : “okay, aku jemput km ntar”

Dani : “eh, gmana ortu km?”

Sandra : ” gmana apanya?”

Dani : “progressnya, …mm, hubungan kita..?”

Sandra : ” hufhh…yah, gitu deh dan. stuck. jalan di tempat”

Dani : ” ortuku minta aku nikah… tahun ini san”

Sandra : “goshh, ini yg aku takutin dan… ”

Dani : ” maksudnya, km ga yakin ma aku?”

Sandra : ” no, not like that.. km tau ortuku gmana kan”

Dani : ” i know, .. ”

Sandra : ” trs, what’s your plan. aku capek dan…”

Dani : ” pls don’t give up san…pls”

Sandra : “yeaa.. gmana ya..8 taun kita jalan bareng, tujuannya apa?”

Dani : “nikah. udah, jgn mikir jelek ..”

Sandra : ” no, no… aku cuma mikir, semua cara dah kita coba dan.. it’s not working. at all. see?”

Dani : “hmm..andai, kita ktemu, sblm km nikah dgn adeknya nyokap…”

Sandra : “udah ah, jgn ungkit lagi dan..”

Dani : ” adek bungsu nyokap emang shi*t! ..”

Sandra : ” hey, jgn gitu dan.. dia tetep ayah dari anak ku, andrea..”

Dani : ” iya tapi, gara-gara itu.. ortu km ga merestui hub. kita”

Sandra : ” ga koq. mereka udah maafin..”

Dani : ” nipu 5 milyar san? boom! .. and everything’s okay? no i dont think so san.. ini bukan krn persoalan umurku 5 taun lebih muda dari km, yakin bgt aku…”

Sandra : “….dan , aku mo istrht dulu ya, pls?”

Dani : “hm.. sorry ya san. i’m so sorry…”

Sandra : “yahh. gpp, .. asal km tau aja…”

Sandra : ” apapun yg terjadi. aku cm mau nikah sama km…hmmh, udah yah. aku ngantuk. cape”

Dani : ” mm.. okay san. met bobo ya.”

Sandra : ” km doa dan usaha terus ya. save me, pls..”

Dani : “i will. promise san. bismillah….”

Sandra : “thanks dan, gnite. bye..”

Dani : “iya san… nite”

zzzz

– selesai –